Tampilkan postingan dengan label Liga Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Liga Indonesia. Tampilkan semua postingan

6 Juni 2013

Deltras Sidoarjo Vs Persekam Metro FC

Deltras Sidoarjo harus menang saat menjamu Persekam Metro FC, di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Kamis (6/6) sore. Laga lanjutan Grup 3 Divisi Utama Liga Indonesia 2012/2013 ini punya arti sendiri buat pasukan The Lobster.

Selain wajib memetik poin sempurna atas Persekam, pesta gol seakan menjadi kewajiban bagi Deltras. Pasalnya, Deltras yang kini sedang memburu tiket ke babak 12 besar, wajib mengoleksi gol sebanyak-banyaknya untuk memuluskan langkahnya. Kini Deltras mengoleksi 14 gol dan kemasukan gol sebanyak 15 biji.

Menghuni peringkat lima dengan raihan 15 poin di klasemen sementara Grup 3, Deltras mencoba meraih tiga besar terbaik yang dijatahkan kepada dua tim untuk total lima grup. Tentunya, dua tim yang bersaing menjadi peringkat tiga terbaik, selain ditentukan dari raihan poin, banyaknya selisih gol juga akan menentukan.

Babak 12 besar akan diikuti oleh juara dan runner up dari masing-masing grup (10 tim). Nah, dua sisa jatah inilah yang akan diperebutkan oleh dua tim peraih posisi tiga terbaik. Peluang Deltras untuk maju ke babak 12 besar hanya berharap bisa meraih posisi ketiga terbaik yang diperebutkan dua tim.

Jika di putaran pertama lalu, saat bermain di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Malang, Deltras mampu mempermalukan Persekam dengan skor 2-0. Tentunya di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Deltras harus mampu mengulangi hasil itu dan tentunya dengan jumlah gol yang lebih banyak.

“Saat lawan Persekam di putaran pertama lalu, itu adalah debut kedua tim di Divisi Utama musim ini. Tentunya waktu itu, baik Deltras dan Persekam, masih beradaptasi terhadap kompetisi. Kami bisa mengalahkan Persekam 2-0 karena saat itu Persekam sering melakukan kesalahan dan kami bisa memanfaatkannya,” kata Djoko Susilo, pelatih Deltras.

Dijelaskan Djoko, di putaran kedua ini, tentunya kekuatan Persekam akan berbeda jika dibandingkan dengan putaran pertama lalu. Persekam kini menunjukkan perkembangan yang bagus. Di dua laga home terakhirnya, Metro mampu mengalahkan Perseba Super Bangkalan 2-0 dan menahan imbang Persebaya  1-1. Padahal di laga away, Persekam ditelan tuan rumah Persebaya 1-5 dan ditekuk tuan rumah Perseba 1-2.

“Dua laga terakhir mereka dilalui secara apik. Menang atas Perseba dan imbang atas Persebaya. Ini bukti bahwa kekuatan Persekam di putaran kedua ini makin berkembang bagus. Namun, demi mewujudkan ambisi Deltras lolos ke 12 besar, kami harus bisa menang dan mencetak gol sebanyak-banyaknya,” pungkas Djoko.



Van Gaal: 'Kami Selalu Menghormati Lawan'

Pelatih Timnas Belanda, Louis van Gaal memboyong skuad utamanya untuk menghadapi Tim Garuda di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (7/6) malam. Tim Oranje terdiri dari bintang sepak bola dunia Robin van Persie, Arjen Robben, Dirk Kuyt, dan Wesley Sneijder.

"Saya memilih 21 pemain dari pemain senior dan pemain muda. Namun, salah satu bintang kami, Rafael Van Der Vaart, tidak bisa ikut karena masih cedera," kata Louis van Gaal saat jumpa wartawan di Hotel Sangrila, Jakarta, Rabu (5/6).

Tim Runner Up Piala Dunia 2010 itu akan menjalani jadwal yang padat selama di Indonesia. Selain bertanding, mereka akan menyapa penggemar mereka, memberi coaching clinic kepada pemain usia 8-14 tahun serta pelatihan terbuka 5.000 fans yang beruntung oleh staf pelatih Timnas Belanda, seperti Louis van Gaal, Danny Blind, Patrick Kluivert, dan Frnas Hoek.

Hal yang tidak kalah penting bagi Van Gaal bahwa dirinya akan memberi pelatihan kepada pelatih sepak bola Indonesia. "Saya akan melatih para pelatih di sini. Itu yang penting. Kalau kolaborasi lainnya nanti akan berkembang, tetapi ini awalnya mula kerja samanya," jelasnya.

Secara permainan Belanda memang jauh diunggulkan dari Indonesia. Namun begitu, hal tersebut tak membuat pelatih Timnas Belanda, Louis van Gaal berbesar hati. Ia mengaku tetap akan mewaspadai Indonesia.

“Kami selalu menghormati lawan,” tambah Van Gaal.

Pertemuan antara Indonesia melawan Belanda sendiri akan menjadi yang pertama untuk kedua tim. Mantan arsitek Barcelona itu mengaku sempat menyaksikan laga terakhir Indonesia, yakni saat berjumpa dengan Arab Saudi di babak Kualifikasi Piala Asia. Di laga itu, Indonesia sendiri kalah 1-2.

“Ketika kalah 1-2 dari Arab Saudi, Indonesia sendiri bermain cukup baik. Tidak ada alasan bagi kami untuk tidak bermain serius. Ketika Anda menjadi pelatih atau pemain profesional, tidak ada alasan untuk tidak bersikap profesional. Seperti sudah saya katakan kami selalu hormat kepada lawan kami,” bebernya.

“Kami juga berencana melihat kembali video permainan melawan Arab saudi bersama pemain. Hal ini dimaksudkan agar kami tahu bagaimana cara untuk melawan Indonesia,” tutup Van Gaal.

Kehadiran Tim Oranje ke Indonesia merupakan rangkaian dari Tur Asia mereka. Setelah ini mereka akan melanjutkan tur ke Beijing, China.

Menurut Van Gaal, mereka memilih Jakarta karena iklimnya cocok dengannya. "Kami telah menyiapkan ini sejak tiga bulan yang lalu. Tim manajer saya juga sudah tiga kali ke sini untuk mengecek hotel, stadion, dan segalanya," tuturnya.

"Saya pernah ke sini 1,5 tahun yang lalu mengunjungi beberapa museum. Saya senang di sini. Saya tahu sedikit tentang Jakarta dan yang paling saya ingat kebaikan dari masyarakat di sini. Akan tetapi, macet di sini tidak masuk akal," tutup Van Gaal.

Sementara itu Timnas Belanda langsung menggelar latihan perdana di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Rabu (5/6) malam. Padahal, pasukan Louis van Gaal itu baru mendarat di Bandara Halim Perdanakusuma pagi harinya.

Dalam latihan tertutup itu, Van Gaal memboyong 20 pemainnya ke Stadion GBK. Kendati baru sampai di tanah air, namun raut kelelahan tak nampak di wajah Robin van Persie dkk. Mereka tiba saat timnas Indonesia masih menggelar latihan.

Skuat Oranye sampai di stadion sekitar pukul 19.00 WIB dengan menumpang dua bus. Punggawa timnas Belanda memulai latihan dengan berlari mengelililingi lapangan. Sementara, Van Gal tampak serius memantau anak asuhnya mengitari lapangangan.

Setelah itu, para pemain melakukan latihan ringan, sebelum akhirnya menyudahi sesi yang total hanya berlangsung selama 45 menit.

Hanya satu pemain yang tidak mengikuti seluruh materi latihan yang diberikan oleh Van Gaal. Pemain tersebut adalah Arjen Robben, yang hanya melakukan latihan ringan dengan berlari-lari kecil.


Persebaya Vs Perseta Tulungagung

Perseta Tulungagung,
Persebaya akan menjamu Perseta Tulungagung, Jumat (7/6/2013) sore dalam lanjutan Divisi Utama Grup 3 Liga Indonesia 2012/2013. Laga ini direncanakan digelar di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya.

Pada laga ini, Bajul Ijo, julukan Persebaya, ditinggal tiga pemainnya yang absen. Mereka adalah Jean Paul Boumsong yang masih menjalani penyembuhan cedera, Kapten Uston Nawawi, terkena hukuman kartu merah, dan kiper Thomas Rian Bayu yang mengikuti training centre (TC) Timnas U-23 di Jogjakarta.

Meskipun tanpa tiga pilar ini, Persebaya optimistis bisa menundukkan Perseta. Persebaya yang sudah pasti lolos ke babak 12 besar, tetap tertantang menjaga rekor tak terkalahkan. Sedangkan Perseta yang posisinya belum aman, ingin mengejar kemenangan atas Persebaya demi memuluskan ambisinya lolos ke babak 12 besar. Peluang Perseta lolos ke babak 12 besar hanya bisa diraihnya dengan menduduki runner up atau peringkat tiga di klasemen Grup 3.

“Pertandingan Persebaya dan Perseta pasti berjalan ketat. Keduanya ingin hasil maksimal. Persebaya ingin menjaga rekor tak terkalahkan, sedangkan Perseta ingin menjaga peluang untuk lolos ke babak 12 besar,” tegas Tony Ho Pelatih Persebaya.

Terkait absennya jenderal lapangan tengah Uston Nawawi, Tony Ho akan menyerahkan komando lini tengah kepada Srdjan Lopicic. Selain itu, sejumlah strategi dan pola serangan dengan pemain-pemain pelapis terus dijajal. Pelatih asal Makassar itu mengintruksikan pemainnya untuk memaksimalkan peluang dari bola-bola set piece dan tendangan dari luar kotak penalti.

“Serangan Persebaya harus lebih tajam. Setiap peluang yang didapat, dari mana pun itu, harus bisa dimanfaatkan anak-anak secara maksimal,” pungkas Tony.

Persebaya sendiri telah mengumpulkan 28 angka dan tak tekalahkan dari  12 pertandingan yang dijalaninyaPersebaya akan menjamu Perseta Tulungagung, Jumat (7/6/2013) sore dalam lanjutan Divisi Utama Grup 3 Liga Indonesia 2012/2013. Laga ini direncanakan digelar di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya.

Pada laga ini, Bajul Ijo, julukan Persebaya, ditinggal tiga pemainnya yang absen. Mereka adalah Jean Paul Boumsong yang masih menjalani penyembuhan cedera, Kapten Uston Nawawi, terkena hukuman kartu merah, dan kiper Thomas Rian Bayu yang mengikuti training centre (TC) Timnas U-23 di Jogjakarta.

Meskipun tanpa tiga pilar ini, Persebaya optimistis bisa menundukkan Perseta. Persebaya yang sudah pasti lolos ke babak 12 besar, tetap tertantang menjaga rekor tak terkalahkan. Sedangkan Perseta yang posisinya belum aman, ingin mengejar kemenangan atas Persebaya demi memuluskan ambisinya lolos ke babak 12 besar. Peluang Perseta lolos ke babak 12 besar hanya bisa diraihnya dengan menduduki runner up atau peringkat tiga di klasemen Grup 3.

“Pertandingan Persebaya dan Perseta pasti berjalan ketat. Keduanya ingin hasil maksimal. Persebaya ingin menjaga rekor tak terkalahkan, sedangkan Perseta ingin menjaga peluang untuk lolos ke babak 12 besar,” tegas Tony Ho Pelatih Persebaya.

Terkait absennya jenderal lapangan tengah Uston Nawawi, Tony Ho akan menyerahkan komando lini tengah kepada Srdjan Lopicic. Selain itu, sejumlah strategi dan pola serangan dengan pemain-pemain pelapis terus dijajal. Pelatih asal Makassar itu mengintruksikan pemainnya untuk memaksimalkan peluang dari bola-bola set piece dan tendangan dari luar kotak penalti.

“Serangan Persebaya harus lebih tajam. Setiap peluang yang didapat, dari mana pun itu, harus bisa dimanfaatkan anak-anak secara maksimal,” pungkas Tony.

Persebaya sendiri telah mengumpulkan 28 angka dan tak tekalahkan dari  12 pertandingan yang dijalaninyaPersebaya akan menjamu Perseta Tulungagung, Jumat (7/6/2013) sore dalam lanjutan Divisi Utama Grup 3 Liga Indonesia 2012/2013. Laga ini direncanakan digelar di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya.

Pada laga ini, Bajul Ijo, julukan Persebaya, ditinggal tiga pemainnya yang absen. Mereka adalah Jean Paul Boumsong yang masih menjalani penyembuhan cedera, Kapten Uston Nawawi, terkena hukuman kartu merah, dan kiper Thomas Rian Bayu yang mengikuti training centre (TC) Timnas U-23 di Jogjakarta.

Meskipun tanpa tiga pilar ini, Persebaya optimistis bisa menundukkan Perseta. Persebaya yang sudah pasti lolos ke babak 12 besar, tetap tertantang menjaga rekor tak terkalahkan. Sedangkan Perseta yang posisinya belum aman, ingin mengejar kemenangan atas Persebaya demi memuluskan ambisinya lolos ke babak 12 besar. Peluang Perseta lolos ke babak 12 besar hanya bisa diraihnya dengan menduduki runner up atau peringkat tiga di klasemen Grup 3.

“Pertandingan Persebaya dan Perseta pasti berjalan ketat. Keduanya ingin hasil maksimal. Persebaya ingin menjaga rekor tak terkalahkan, sedangkan Perseta ingin menjaga peluang untuk lolos ke babak 12 besar,” tegas Tony Ho Pelatih Persebaya.

Terkait absennya jenderal lapangan tengah Uston Nawawi, Tony Ho akan menyerahkan komando lini tengah kepada Srdjan Lopicic. Selain itu, sejumlah strategi dan pola serangan dengan pemain-pemain pelapis terus dijajal. Pelatih asal Makassar itu mengintruksikan pemainnya untuk memaksimalkan peluang dari bola-bola set piece dan tendangan dari luar kotak penalti.

“Serangan Persebaya harus lebih tajam. Setiap peluang yang didapat, dari mana pun itu, harus bisa dimanfaatkan anak-anak secara maksimal,” pungkas Tony.

Persebaya sendiri telah mengumpulkan 28 angka dan tak tekalahkan dari  12 pertandingan yang dijalaninya.


Jacksen: Keseimbangan Tim Hal Utama

Jacksen F Tiago
Pelatih tim nasional Indonesia, Jacksen F Tiago, mengaku akan mengutamakan keseimbangan tim dalam penerapan strategi untuk menghadapi Belanda dalam pertandingan uji coba di Stadion Utama Bung Karno, Jakarta, Jumat (7/6/2013). Menurutnya, skuad Garuda tidak akan sepenuhnya bermain bertahan pada laga tersebut.

Dalam beberapa pertandingan sebelumnya, timnas Indonesia memang seringkali memakai strategi bertahan untuk menghadapi sejumlah negara kuat. Maklum, Indonesia selama ini memang dikenal memiliki keunggulan dengan adanya beberapa pemain cepat di lini tengah.

"Mungkin orang banyak beranggapan kita akan bermain lebih banyak bertahan. Tapi, kita akan bertahan kalau lawan punya bola. Kalau kita memegang bola, kita harus keluar untuk menekan lawan," ujar Jacksen seusai memimpin latihan timnas di SUGBK, Jakarta, Rabu (5/6/2013) malam.

"Jadi, Saya suka tim ini punya keseimbangan dalam menyerang maupun bertahan. Saya rasa juga dalam sepak bola 90 menit tidak mungkin kita akan berada dalam tekanan lawan terus. Ini yang saya harapkan tidak terjadi dan karena itu kita harus menyiapkan tim supaya tampil maksimal di pertandingan nanti," tambahnya.

Jacksen mengakui, kemampuan skill dan fisik pemain Belanda memang berada di atas pemain Indonesia. Namun, pelatih yang juga membesut Persipura Jayapura itu menilai, asalkan anak asuhnya bisa tampil maksimal dengan konsentrasi tinggi maka hasil terbaik bisa diraih.

"Kita sekarang akan siapkan pola berdasarkan kemampuan kita. Kalau fisik (pemain Belanda) kita lihat besok. Belum tentu mereka punya keunggulan fisik. Keunggulan postur saya setuju. Jadi, saya hanya bisa mengukut kemampuan fisik pemain-pemain kita," kata Jacksen.

Pemain lengkap

Dalam latihan sore hari ini, total 21 pemain yang dipanggil tim pelatih telah berkumpul. Tiga pemain, yakni Greg Nwokolo, Victor Igbonefo dan Andritany Ardiyasa bergabung pagi hari dengan 13 rekan-rekannya yang sudah mengikuti latihan perdana, Selasa (4/6/2013).

Sementara, lima pemain lainnya, Ricardo Salampesy, Ruben Sanadi, Imanuel Wanggai, Boaz Salossa, dan Ian Louis Kabes, baru menjalani latihan sore. Pada latihan yang langsung dipimpin oleh Jacksen itu, para pemain timnas memfokuskan porsi latihan teknik dan passing.

"Lalu kita mengakhiri latihan dengan teknis corner kick dan menempatkan pemain pada posisi masing-masing. Latihan ini yang akan kita lakukan sampai besok. Kita coba banyak untuk taktik dan strategi yang akan kita gunakan sampai pertandingan nanti," ujar Jacksen.


Hadapi Belanda, Jackson Usung 21 Pemain

 Jacksen F Tiago
Pelatih tim nasional Indonesia, Jacksen F Tiago, mengungkapkan, tim pelatih tetap akan membawa 21 pemain untuk menghadapi Belanda pada laga uji coba di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (7/6/2013). Ia mengatakan, tidak akan ada yang dicoret dari total 21 pemain tersebut.

Tim pelatih timnas sebelumnya merilis 21 pemain yang dipersiapkan melawan Belanda. Pada daftar itu, penggawa Garuda didominasi oleh pemain Persipura Jayapura, diantaranya, Ricardo Salampesy, Ruben Sanadi, Boaz Salossa, Ian Louis Kabes, dan Imanuel Wanggai. Sementara, bintang Persib Bandung, Sergio van Dijk, pun turut ambil bagian.

Selain itu, pelatih Jacksen F Tiago juga memanggil sejumlah pemain langganan timnas, seperti Andik Vermansah, Vendri Mofu, Ahmad Bustomi. Dari total 21 pemain itu, tim pelatih awalnya berencana akan mencoret tiga pemain dan hanya akan membawa 18 pemain saat pertandingan berlangsung.

Namun, setelah melakukan manager meeting sebelum pertandingan, Jacksen mengungkapkan tim pelatih akan membawa seluruh pemain yang bergabung di Jakarta. Pada laga tersebut juga nantinya akan diberlakukan sistem pergantian sebanyak enam pemain.

"Semua pemain boleh main. Jadi akan ada 21 pemain dan kita dapat jatah 11 ofisial. Dengan begitu, nanti tidak ada pencoretan dan semua pemain bisa merasakan pertandingan melawan Belanda," ujar Jacksen saat jumpa pers di SUGBK, Jakarta, Jumat (6/6/2013).

- 21 pemain Indonesia:

Kiper: Kurnia Meiga (Arema Indonesia), Andritany Ardiyasa (Persija Jakarta), I Made Wirawan (Persib Bandung).

Bek: Hengki Ardiles (Semen Padang), Zulkifli Sukur (Mitra Kukar), Ricardo Salampesy (Persipura Jayapura), M Roby (Persisam Samarinda), Victor Igbonefo (Arema), Raphael Maitimo (Mitra Kukar), Toni Sucipto (Persib), Ruben Sanadi (Persipura).

Gelandang: Imanuel Wanggai (Persipura), Hendro Siswanto (Arema), Ahmad Bustomi (Mitra Kukar), Vendri Mofu (Semen Padang), Ahmad Jupriyanto (Sriwijaya FC), Greg Nwokolo (Arema).

Penyerang: Boaz Salossa (Persipura), Ian Louis Kabes (Persipura), Andik Vermansah (Persebaya 1927), Sergio van Dijk (Persib).

Keberuntungan Maitimo

van persie
Penyerang asal Belanda, Robin van Persie, sudah memberi kepastian bahwa jersey miliknya akan diserahkan nantinya kepada Raphael Maitimo. Hal tersebut ia ungkapkan saat Timnas Belanda bertemu Timnas Garuda dalam pertandingan persahabtan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Rabu (5/6/2013) malam.

"Dia mengatakan, dia senang bertemu saya. Dia mau bertemu saya setelah pertandingan. Dia mau bertukar jersey," kata Maitimo, seperti dikutip dari Tribunnews.com.

Ini berarti beberapa pemain timnas Indonesia yang mengaku sebagai penggemar Van Persie, seperti Andik Vermansyah dan Boaz Solossa, harus siap menelan kekecewaan. Padahal, mereka punya keinginan bisa foto bersama top skor Premier League tersebut sekaligus meminta bertukar kostum.

Memang, Maitimo sudah mengenal sejumlah besar skuad Belanda yang akan melawan Indonesia dalam pertandingan persahabatan di GBK, Jumat (7/6/2013). Pasalnya, pemain naturalisasi asal Belanda ini pernah setim dengan beberapa penggawa De Oranje.

Maitimo dan Van Persie sama-sama pernah pernah memperkuat tim U-17 Feyenoord. Sementara dengan Wesley Sneijder dan Arjen Robben, Maitimo pernah satu tim di timnas U-15 Belanda.


5 Juni 2013

Coaching Klinik Dari Louis Van Gaal

Louis Van Gaal
Pelatih Timnas Belanda, Louis Van Gaal, memberi pelatihan kepada anak-anak calon pemain sepakbola Indonesia di Lapangan Timnas, Senayan, Jakarta, Kamis (6/6/2013). Pelatihan tersebut dilakukan sebagai salah satu bentuk partisipasi dari Federasi Sepakbola Belanda (KNVB) dalam lawatannya ke Indonesia.

Pada kegiatan Coaching Clinic kali ini, tentunya sang pelatih tidak sendiri melakukan hal itu. Pelatih yang juga pernah mengarsiteki Barcelona itu, ditemani oleh beberapa offisialnya serta legenda timnas Belanda lainnya. Patrick Kluivert juga ikut dalam memberikan program latihan tersebut. Van Gaal Cs memberikan beberapa materi latihan skill berupa dribling, sparing dan kerja sama tim.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh mantan pemain timnas Indonesia, Bambang Pamungkas. Sebelum masuk pada sesi latihan, Bepe sempat memberikan pengarahan kepada para bibit muda Indonesia mengenai cara bermain agar dapat menjadi pesepak bola yang sukses.

"Sebelum memulai berlatih serta bertanding (sepak bola), ada tiga hal yang harus kita jalankan, yaitu bermain dengan kaki, bermain dengan kepala serta kita harus bermain dengan hati," ucap Bepe dalam sambutannya.

Louis van Gaal merasa Indonesia dipenuhi oleh anak-anak berbakat bermain bola. “Banyak pemain berbakat saya temui di sini, ada beberapa yang berkualitas. Tetapi saya tidak bisa katakan siapa, karena kalian para media akan memberikan beban kepada anak itu,” ucap Van Gaal usai menggelar sesi latihan coaching clinic.

“Saya melihat banyak pemain berbakat, tetapi masih bermain individu. Mereka harus belajar sebagai tim, karenanya saya beri latihan 4 lawan 4. Dalam kondisi itu, sulit bagi mereka untuk menang jika tidak bekerja sama," imbuh mantan pelatih Bayern Munchen ini.

“Ini merupakan sebuah awal bagi kerjasama. Kami tidak tahu seperti apa bentuk kerjasama ini ke depannya. Namun, ini sebuah awal yang bagus,” tutupnya.

Selain itu, para artis ibukota juga turut datang untuk menyaksikan jalannya coaching clinic, seperti Luna Maya, Raffi Ahmad, Jesicca Iskandar, Darius Sinathrya, Indra Birowo, Novita Angie, dan Donna Agnesia.

Louis Van Gaal Tidak Tertarik Timnas Indonesia

Louis van Gaal
Pelatih timnas Belanda, Louis van Gaal, mengungkapkan dirinya tidak tertarik untuk melatih Indonesia. Hal itu dinyatakan saat menanggapi masa kontraknya bersama De Oranje yang akan berakhir setelah Piala Dunia 2014 mendatang.

Van Gaal mengawali karier melatihnya bersama Ajax Amsterdam pada 1991. Di Amsterdam Arena, ia sukses mempersembahkan trofi Liga Champions pada 1995, Piala UEFA (1992), Piala Super Eropa (1995), dan Piala Interkontinental (1995). Setelah itu, Van Gaal kemudian melanjutkan perjalanan kariernya bersama Barcelona pada 1997 hingga 2000, Belanda (2000-2002), Barcelona (2002-2003), AZ Alkmaar (2005-2009), dan Bayern Muenchen (2009-2011).

Van Gaal mengungkapkan, saat ini belum memikirkan ke mana dirinya akan melanjutkan karier seusai membawa Belanda di Piala Dunia 2014. Namun, mantan gelandang Ajax era 1970-an itu mengisyaratkan tertarik membesut salah satu klub Premier League atau Liga Portugal.

"Portugal adalah surga bagi saya dan saya bisa jadi tinggal di sana dan kemudian melatih klub Portugal. Jadi, maaf Indonesia," ungkap Van Gaal saat jumpa pers di Hotel Shangri-La, Jakarta, Rabu (5/6/2013).

Van Gaal beberapa waktu lalu sempat mengaku, peluang Belanda menjadi juara dunia di Brasil sendiri sangat kecil. Menurutnya, Robin van Persie dan kawan-kawan masih harus mengoptimalkan performanya untuk bersaing dengan sejumlah negara lainnya.

"Banyak negara yang jadi favorit dan kami juga punya peluang. Saya selalu katakan kepada tim untuk bermain sebagai sebuah tim. Tapi, harus diingat, semua pergelaran Piala Dunia di luar Eropa tidak pernah dimenangi oleh tim Eropa," kata Van Gaal.


 

Subscribe to our Newsletter

Contact our Support

Email us: antoniachekov@gmail.com

Our Team Memebers