Tampilkan postingan dengan label Unik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Unik. Tampilkan semua postingan

23 Mei 2013

Aksi Gigit Tyson


Bukan hanya di sepak bola atau Rugby, Tyson, petinju kelas berat dunia pun memakai juga jurus gigitan. Pada tahun 1997 silam, dunia tinju digegerkan dengan pertandingan akbar antara dua petinju top saat itu, Mike Tyson dengan Evander Holyfield.

Akan tetapi, yang dibicarakan saat itu justru adalah tindakan Tyson yang dua kali menggigit kuping Holyfield di atas ring. Pada gigitan pertama poin Tyson dikurangi wasit. Pada gigitan kedua partai langsung dihentikan dan Tyson didiskualifikasi.

Tyson beralasan, ia kesal karena Holyfield terus-terusan melakukan headbutt sementara wasit juga tidak berbuat apa-apa terhadapnya.

Insiden tersebut membuat sebagian kuping Holyfield tercabik. Akibat tindakannya, lisensi bertinju Tyson sempat dicabut selama 15 bulan.

Sempat meminta maaf kepada Holyfield dua hari usai menggigit telinganya, pada tahun 1999 Tyson justru melontarkan pernyaatan bahwa ia tak ragu melakukan tindakan serupa jika berada dalam situasi mirip.

"Aku akan melakukannya lagi jika diprovokasi. Aku akan melakukannya lagi dalam situasi serupa," seru Tyson di BBC pada 4 Oktober 1999.





Aksi Gigit Menggigit Dalam Sepak Bola

Luis Suarez gigit lawan
Aksi gigit-menggigit dalam sebuah pentas olahraga seperti yang baru dilakukan Luis Suarez sudah bukan baru pertama kali terjadi. Peristiwa miris sekaligus menggelikan seperti itu tentunya menuai sorotan publik.

Dalam pertandingan Liverpool lawan Chelsea, yang berakhir 2-2, Suarez terlihat menggigit bek lawan, Branislav Ivanovic. Kejadian itu luput dari perhatian wasit kendati kini muncul desakan agar Federasi Sepakbola Inggris FA dapat menindaknya.

Sebenarnya sebelum itu, Suarez pernah melakukan hal yang sama. Semasa membela Ajax, ia pernah kedapatan menggigit pemain lawan.

Selain Suarez, ada juga beberapa pemain yang pernah melakukan aksi gigit menggigit di lapangan. Berikut beberapa insiden menggigit lawan yang cukup menyita perhatian penggemar sepak bol:.

Defoe Gigit Mascherano

Sebuah laga antara Tottenham Hotspur kontra West Ham United pada Oktober 2006 memunculkan kontroversi, setelah Jermain Defoe terlihat menggigit lengan Javier Mascherano.

Insiden itu diawali usai Mascherano melanggar keras Defoe. Saat keduanya sedang duduk di rumput, Defoe pun terlihat menggigit lengan Mascherano yang ada di sampingnya.

Saat itu wasit Steve Bennett melayangkan kartu kuning kepada kedua pemain tersebut. Mengingat wasit telah mengambil tindakan, FA pun kemudian memilih tidak menindak Defoe lagi.

Martin Jol, manajer Spurs saat itu, membela Defoe dengan mengatakan bahwa tindakan pemainnya itu cuma sekadar kekonyolan komikal dan tidak berniat melukai lawan.

Mascherano pun meresponsnya dengan keras. "Reaksiku bahwa itu bukanlah lelucon. Ada bekas gigitan di lenganku dan reaksiku tidak berlebihan seperti yang dikatakan pelatih Spurs. Aku memang berduel dengan Defoe di dalam pertandingan, tapi sepakbola adalah olahraga untuk pria, bukan mereka yang ingin menggigit lawannya," gerutu Mascherano di Daily Mail.



Gigitan Suarez Berbuah Sanksi Tujuh Pertandingan

Sebelum pindah ke Liverpool dan menggigit Branislav Ivanovic, Luis Suarez pernah dijatuhi sanksi berat di Belanda ketika melakukan tindakan serupa.

Pada 20 November 2010, ketika masih membela Ajax, Suarez kedapatan menggigit bagian bahu pemain PSV Otman Bakkal dalam pertandingan antara kedua kesebelasan.

Akibat tindakan tersebut, Ajax menghukum Suarez sebanyak dua pertandingan dan juga menjatuhi denda finansial, yang tidak disebutkan jumlahnya.

Hukuman larangan bermain untuk Suarez itu kemudian ditambah oleh Federasi Sepakbola Belanda (KNVB) menjadi tujuh pertandingan.



Suarez Kembali Menggigit

Tindakan menggigit lawan dilakukan lagi oleh Luis Suarez ketika berseragam Liverpool. Saat timnya sedang berhadapan dengan Chelsea, Minggu (23/4/2013), Suarez terlihat menggigit Branislav Ivanovic.

Kejadian itu luput dari pengamatan wasit Kevin Friend sehingga ia pun tidak menuai hukuman di atas lapangan. Kini Federasi Sepakbola Inggris (FA) pun diminta untuk bertindak tegas terhadap Suarez.

Segera setelah laga yang berakhir 2-2 itu sendiri, Suarez sudah langsung meminta maaf kepada Ivanovic yang ia gigit.

"Aku sangat sedih atas apa yang terjadi sore ini. Aku meminta maaf kepada Ivanovic dan juga dunia sepakbola atas tindakanku yang keterlaluan ini. Aku sangat menyesal soal kejadian ini," ujar Suarez di akun Twitter-nya.



Itulah lima aksi gigit menggigit dalam dunia sepak bola. Jangan ditiru ya.


21 Mei 2013

Aksi Gigit Lawan Di Arena Rugby

Sean FitzpatrickAksi gigit menggigit lawan bukan hanya sepak bola, dalam olah raga lain pun pernah terjadi aksi serupa. Seperti di olah raga Rugby contohnya. Di dunia rugby, ada satu insiden menggigit lawan yang cukup ramai dibicarakan. Itu terjadi dalam sebuah pertandingan antara tim Afrika Selatan dengan tim Selandia Baru, di Wellington, Selandia Baru, tahun 1994 silam.

Di dalam pertandingan tersebut pemain Afrika Selatan Johan le Roux kedapatan menggigit kuping dari kapten Selandia Baru Sean Fitzpatrick. Sebagian daging kuping dari Fitzpatrick bahkan disebut New Zealand Herald ikut lepas tercabik.

Segera setelah kejadian tersebut, tim Afrika Selatan langsung memulangkan le Roux, yang di negaranya dijuluki 'le Beast'. Pada prosesnya, ia pun diganjar hukuman tak boleh bermain selama 18 bulan.

Setelah menjalani hukuman tersebut, le Roux juga dikutip melontarkan pernyataan yang mungkin bisa membuat orang yang mendengarnya mengernyitkan kening atau malah bergidik ngeri.

"Selama menjalani hukuman 18 bulan, aku berpikir mestinya menggigitnya lepas. Sehingga setidaknya aku bisa bilang, 'lihat, aku kembali ke Afrika Selatan dengan kuping orang itu'," katanya di NZ Herald.


19 Mei 2013

Fauja Singh, Pelari Tertua Di Dunia

Fauja Singh
Usia tua bukan halangan untuk beraktifitas olahraga. Fauja Singh misalnya. Meski sudah berusia 102 tahun, tapi Fauja Singh tetap mengikuti maraton. Dan ia dinobatkan menjadi pelari tertua di dunia.

Setelah kehilangan anak dan istrinya pada usia 80 tahun lagi, kehidupan Singh berubah menjadi suram. Dia seperti ingin mati dari pada hidup. Sekarang saat usianya menginjak 102 tahun, Singh justru seperti seorang artis.

“Berlari merupakan kebaikan dan membawa kehidupan saya kembali untuk melupakan semua trauma dan penderitaan saya. Ketika saya mulai berlari, saya seperti bertemu Tuhan. Sejak saat itu saya suka berlari,” kata Singh.

Fauja Singh

Dengan gaya khasnya seperti jenggot berwarna abu-abu dan tradisi penutup kepala, Singh mendapatkan julukan The Turbaned Tornado. Singh sudah mengikuti hampir semua kegiatan Maraton di seluruh dunia.

Kehidupan Singh memang tidak selalu menyenangkan. Dia baru bisa berjalan normal saat berusia lima tahun karena kakinya memiliki kelemahan.

“Membutuhkan waktu lima tahun untuk mendapatkan kekuatan dan menjadi kuat. Pada usia 10 tahun, saya baru merasakan kehidupan normal,” jelasnya.

Banyak orang yang sudah tua anggota tubuh menderita kerusakan, tapi Singh justru berbeda. Ketika mengikuti sebuah tes saat usia 94 tahun, Singh merasa kaki kirinya sedikit lemah dari kaki kanan.

“Respons saya adalah saya tahu kaki kiri saya lebih lemah. Hidup menjadi sia-sia tanpa rasa humor. Kehidupan hanya mengenai kebahagiaan dan tertawa,” ujarnya, sambil tertawa, dilansir dari BBC.










 

Subscribe to our Newsletter

Contact our Support

Email us: antoniachekov@gmail.com

Our Team Memebers