Tampilkan postingan dengan label Spanyol. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Spanyol. Tampilkan semua postingan

15 Juni 2013

Casillas: Balas Kepercayaan Del Bosque

Musim 2012 - 2013 bisa menjadi salah satu periode yang tak ingin dikenang oleh Iker Casillas. Dia hanya beroleh gelar minor berupa piala Super Spanyol bersama Real Madrid. Malah, pada paruh kedua, kenyataan pahit harus diterima kapten El Real itu. Statusnya sebagai kiper utama dilengserkan oleh pelatih Jose Mourinho.
Kendati hampir setengah tahun tak turun membela Madrid, Casillas ternyata tetap dipercaya oleh Vicente Del Bosque  untuk memimpin Spanyol di Piala Konfederasi 2013 ini.  Del Bosque yakin Casillas dalam kondisi siap. Kendati tak sekalipun dimainkan oleh Mourinho usai sembuh dari cedera.

"Tak perlu khawatir, seorang pesepak bola meski tak bermain pasti akan tetap berlatih," jelas pelatih yang memantau Casillas sejak saat pertama kali  bergabung dengan Akademi Madrid.

iker casillas"Kami datang ke Brasil dengan skuad terbaik yang kami miliki dan Casillas adalah salah satu diantaranya. Entah sebagai cadangan atau tampil di lapangan, dia akan berseragam timnas. Seperti yang sudah-sudah, kami memiliki tugas untuknya."

Kepercayaan Del Bosque itu tentu ingin dibalas Casillas dengan penampilan apik.

"Aku sangat gembira dan berterima kasih kepada Del Bosque atas kepercayaan yang diberikan, meski selama empat bulan sama sekali tak  bermain di pertandingan kompetitif.
Untuk membalasnya, tak ada cara lain keculi tampil apik bersama timnas. Aku harap gelar selanjutnya akan kami raih," tekad pemegang rekor penampilan terbanyak bersama La Furia Roja itu.

Seperti halnya La Furia Roja, Casillas juga mengincar rekor gelar beruntun sebagai kapten tim nasional. Gelar Piala Konfederasi akan kian melengkapi raihan gelar yang pernah diraih sekaligus pelipur lara atas kenahasannya pada paruh kedua.

Vicente Del Bosque: Bermodalkan Sabar Dan Kalem

Keberhasilan mengantarkan Spanyol menjuarai Euro 2012 mencatatkan nama Vicente Del Bosque dengan tinta emas ke buku sejarah sepak bola. Dialah satu-satunya pelatih yang bisa membawa timnya juara Liga Champions, Piala Dunia dan Piala Eropa.

Sebelum Del Bosque, seorang pelatih paling banter hanya bisa merebut dua dari tiga piala itu. Ambil contoh Marcelo Lippi dan Helmut Schon. Lippi hanya bisa merebut rofi Liga Champions bersama Juventus dan mengantarkan Italia meraih trofi Piala Dunia 2006. Sedangkan Schon hanya berhias dua gelar level timnas Jerman (Barat) pada 1972 dan 1974.

Del Bosque hingga saat ini juga tercatat sebagai pelatih Spanyol dengan jumlah laga terbanyak. Saat menang 3-1 atas Uruguay (6/2) lalu, dia menyamai catatan Ladislao Kubala yang memimpin Spanyol dalam 68 partai. Hingga pertandingan persahabatan melawan Republik Irlandia (11/6), Del Bosque sudah 72 kali memimpin La Furia Roja.

Lantas apa resep Del Bosque hingga bisa bertahan selama itu?

Saat menjadi pembicara pada simposium yang dihelat Federasi Sepak Bola Afrika (CAF), 13 Mei lalu, eks pelatih Real Madrid itu membeberkan resepnya.


"Terpenting adalah bangun kepercayaan antara pemain dan staf pelatih. Dalam mengatasi konflik yang mungkin muncul, usahakan bersikap kalem dan sabar. Jika perlu gunakan humor. Pelatih tak boleh mengucapkan hal buruk tentang pemain. Masukan dari staf kepelatihan dan pemain juga jangan diabaikan," beber Del Bosque.

Memotivasi juga dianggap sebagai faktor yang sangat penting. "Untuk itu dibutuhkan kepemimpinan. Seorang pemimpin harus bisa berbagi suka dan duka dengan tim. Sebab seperti dikatakan pebasket Michael Jordan, talenta mungkin bisa memenangi pertandingan, tapi untu menang kejuaraan dibutuhkan kerja sama," tegasnya.

Kerja sama dan kondisi tim yang harmonis memang menjadi modal Spanyol merajai Eropa dan dunia dalam lima tahun terakhir. Del Bosque menjadi sosok yang berjasa di belakangnya.

Spanyol: Perburuan Sisa Gelar

Timnas Spanyol

Setelah Piala Eropa dan Piala Dunia, Piala Konfederasi akan mempertegas status La Furia Roja sebagai tim terbaik dunia.

Spanyol datang ke Piala Konfederasi 2013 dengan status mentereng. La Furia Roja bersatus juara Piala Dunia 2010 dan Piala Eropa 2012. Bermodal dua gelar itu, Spanyol datang ke Brasil untuk mempertegas dominasinya. Gelar Piala Konfederasi akan melengkapi kisah sukses Spanyol dalam lima tahun terakhir.

Ambisi itu secara tersirat diungkapkan Juan Mata. "Spanyol tengah menikmati periode terhebat sepanjang sejarah. Wajar apabila seluruh lawan ingin mengalahkan kami. Malah ada pemain lawan yang sempat meminta kami untuk tidak terlalu serius menghadapi negaranya," seloroh pemain Chelsea tersebut. "Fakta tersebut jelas membuat kami bangga."

Mata menargetkan hasil positif dari keikutsertaan di Piala Konfederasi 2013. "Turnamen tersebut akan menjadi ajang yang pas untuk mempersiapkan diri jelang Piala Dunia tahun depan. Akan sangat fantastis apabila kami bisa melangkah ke final, bermain di stadion Maracana dan meraih gelar," tekad Mata merujuk stadion tempat final dilangsungkan yang dinilainya memiliki atmosfer fantastis.

Bukan sekadar seumbar. Pemain yang didaftarkan pelatih Vicente Del Bosque ke Piala Konfederasi kali ini punya mentalitas pemenang. Dari 23 nama, hanya Roberto Soldado, Cesar Azpilicueta dan Nacho Monreal yang belum berhias gelar internasional bersama timnas Spanyol. Dari ketiganya, cuma Monreal yang sama sekali belum mengoleksi trofi juara bersama La Furia Roja. Sedangkan Soldado dan Azpilicueta pernah merasakannya bersama tim U-21 Spanyol di Piala Eropa 2004 dan 2011.

"Soldado memang pantas dipanggil. Dia menjalani musim yang hebat bersama Valencia," ungkap del Bosque soal lebih memilih Soldado dibandingkan mendaftar Michu, Iago Aspas atau Avaro Negredo yang menjadi favorit fans.

"Cesc Fabregas, Fernando Torres, David Villa dan Soldado adalah penyerang terbaik kami saat ini. Lagipula tak mungkin untuk memuaskan kehendak semua orang. Tak mungkin pula bagi kami membawa seluruh pemain," jelas Del Bosque lagi.

"Semua pemain yang dibawa sangat ingin bertanding di Piala Konfederasi. Mereka sangat berambisi memenanginya."

Bermodal skuad terbaik Spanyol - minus Xabi Alonso yang cedera, Del Bosque melangkah ke Piala Konfederasi 2013 dengan penuh optimisme. Tapi tetap dengan kewaspadaan penuh. "Kami harus memforsir permainan hingga ke level terbaik," tegasnya.

Stop Dominasi

Del Bosque memang pantas waspada. Pada keikut sertaan pertama empat tahun lalu di Afrika Selatan, Spanyol yang datang sebagai juara Eropa, tampil sebagai juara Grup A dengan menyapu bersih tiga laga, tanpa sekalipun gawang Iker Casillas dijebol lawan. Namun di semi final mereka kalah 0-2 dari Amerika Serikat.

Kegagalan itu sempat membuat posisi Del Bosque sebagai pelatih sedikit goyah. Maklum, itu adalah turnamen internasional pertamanya sejak mengambil alih kursi Luis Aragones yang sukses di Euro 2008.

"Setelah empat tahun, kegagalan di Afrika Selatan itu masih membekas," kenang Del Bosque. "Kini kami datang setelah memenangi Piala Dunia 2010 dan Euro 2012. Piala Konfederasi 2013 adalah tantangan berikutnya yang ada di benak timnas Spanyol. Kami akan berusaha tampil dalam bentuk permainan terbaik dan merebut gelar juara."

Untuk mewujudkan ambisi itu, langkah Spanyol memang tak mudah. Terdapat sejumlah negara yang bisa menjegal,. Uruguay sebagai rival di Grup B, juga Italia dan Brasil. Terutama Selecao yang berstatus tuan rumah. Seperti halnya Spanyol, Brasil juga ingin menjaga dominasi yang telah ditorehkan. Bedanya, dominasi Brasil khusus di Piala Konfederasi dengan status juara tersering, tiga kali.

Del Bosque pun paham dengan tantangan yang dihadapinya. "Brasil, siapapun pelatih yang menukanginya, merupakan kekuatan sepak bola dunia. Dengan sejumlah pemain bintang yang dimiliki serta sejarah panjang yang ditorehkannya, Selecao adalah tim yang harus dikalahkan," tegas satu-satunya pelatih yang bisa meraih titel Liga Champions, Piala Eropa dan Piala Dunia itu.

Harapan Spanyol itu bisa jadi menjadi asa sebagian besar penduduk Eropa. Maklum, sejak Prancis sepuluh tahun lalu, tak ada wakil Eropa yang berjaya di Piala Konfederasi. Paling mentok adalah juara ketiga seperti dilakukan Jerman (2005) dan Spanyol empat tahun lalu. Mitos negatif yang coba dipatahkan La Furia Roja tahun ini.

Fakta Spanyol

Status: Juara Piala Dunia 2010
Kepastian lolos: 11 Juni 2010
Tampil: 2009, 2013
Main: 5 kali
Rekor: 4 menang - 1 kalah
Prestasi terbaik: Peringkat ketiga (2009)

 

Subscribe to our Newsletter

Contact our Support

Email us: antoniachekov@gmail.com

Our Team Memebers